by

Setelah Scaling, Kok Gigi Sensitif dan Ngilu Ya?

-Kesehatan-147 views

Banyak yang mengeluhkan gigi sensitif dan terasa ngilu usai membersihkan karang gigi dengan teknik scaling. Kemudian bertanya-tanya, “Kenapa ya? Apa sebabnya?” Sensitivitas gigi tersebut terjadi karena adanya penumpukan kotoran dalam waktu lama. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita bahas bersama lewat uraian berikut ini.

Sedikit Bahasan tentang Pembentukan Karang Gigi

Penumpukan kotoran dalam waktu lama bisa mengubahnya menjadi keras. Kita sebut saja dengan istilah “mengkristalkan diri”. Sama seperti air laut yang mengkristal dan menjadi garam. Proses pemadatan kotoran menjadi plak atau karang melibatkan saraf serta akar gigi. Baik secara langsung maupun tidak langsung.

Mengapa Teknik Scaling Efektif untuk Bersihkan Karang Gigi?

Kotoran yang menumpuk dalam waktu lama memang sulit untuk dibersihkan. Makanya perlu teknik khusus seperti scaling. Dibandingkan dengan yang menerapkan teknik ini, masih banyak yang cenderung menghindarinya. Gara-gara itu tadi, yakni rasa ngilu dan peningkatan terhadap sensitivitas gigi terhadap perubahan suhu serta saat bersinggungan dengan makanan tertentu.

Teknik scaling terbukti sangat efektif membersihkan gigi dari karang yang sangat mengganggu dan destruktif. Para dokter ahli menyarankan untuk melakukan scaling setidaknya sekali dalam setahun. Berikut proses scaling yang biasa diterapkan.

  • Dokter Memeriksa Mulut Pasien Lebih Dulu

Masalah yang paling sering dialami berkaitan dengan radang gusi serta kerusakan pada gigi. Untuk memeriksa keadaan gigi lebih mendalam, dokter menggunakan cermin kecil. Tujuannya biar hasil yang diterima pasien lebih ekspektatif.

  • Dokter Membersihkan Gigi Pasien

Untuk membersihkan gigi pasien, dokter menggunakan alat bernama scaler yang berfungsi untuk menggerus karang gigi. Memang suara yang ditimbulkan sama sekali tak menyenangkan. Tapi terbukti efektif.

  • Masuk Fase Penyikatan Gigi

Sikat gigi yang digunakan untuk scaling pakai tenaga elektrik atau kelistrikan. Cara kerjaan dengan menggunakan pasta gigi dengan butiran lembut. Biar pasien merasa nyaman ketika bekas penggerusan plak disikat habis.

  • Proses Pembilasan

Sebelum dibilas, dokter lebih dulu memastikan gigi benar-benar bebas dari karang. Caranya tentu dengan menggunakan benang gigi khusus. Setelah itu, baru gigi Anda dibersihkan menggunakan cairan ber-fluoride untuk kumur-kumur.

Dari proses scaling gigi di atas tampak sekali bagaimana gigi sensitif timbul akibat aktivitas tersebut. Gesekan scaler serta bunyi yang tak menyenangkan turut menyumbang perasaan kurang nyaman. Kenapa para dokter menyarankan untuk scaling sekali dalam setahun? Soalnya kalau terlalu sering, nanti bisa membuat gigi jadi serba sensitif. Gawat, kan?

Selain Gigi Jadi Sensitif, Apa Lagi Efek Scaling Lainnya?

Sehabis scaling, tiap pasien atau peserta hampir pasti mengalami rasa tidak nyaman. Perasaan tersebut akan dibawa hingga rumah. Bahkan menjelang tidur pun masih terasa kurang nyaman plus ngilu. Maklum, kondisi gigi saat itu bisa dibilang baru. Jadi mesti menyesuaikan diri dulu dengan lingkungan yang ada.

Selain itu, nafsu makan pun cenderung kurang. Tidak heran jika pasien scaling tidak begitu berselera meskipun dihadapannya ada deretan makanan favorit. Padahal sebelum scaling, katakanlah, ia paling banyak melahap makanan tersebut. Tapi efek ini tidak berjalan dalam waktu lama kok.

Selain berkurang selera makan dan perasaan tidak nyaman, ada satu lagi efek yang timbul, yakni percaya diri jadi meningkat drastis. Coba deh Anda jalan-jalan di tempat umum, berpidato, atau yang berhubungan dengan orang banyak. Pasti terasa sekali perbedaannya alias kepercayaan diri Anda akan terasa utuh saat itu juga.

Gigi sensitif dan ngilu usai scaling itu wajar. Sama sekali tidak berbahaya. Tugas Anda selanjutnya adalah merawat gigi sebaik mungkin. Hindari makanan yang bisa bikin gigi sensitif. Misalnya minuman manis, makanan berkarbohidrat tinggi, dan sebangsanya.

News Feed